Melanggar lagi..

Siang tadi saya kembali melakukan transaksi perdamaian dengan seorang perwira gagah perkasa karena sengaja melakukan pelanggaran lalu lintas di daerah Ngawi. Waktu dalam perjalanan pulang menuju Jakarta, saya menyalip beberapa buah truk barang yang berjalan lambat di tengah-tengah hutan antara daerah Ngawi dan Sragen.

Marka jalan menunjukkan kalau kendaraan tidak boleh melewati garis pembatas karena jalan berliku dan menanjak. Hasrat birahi saya sebagai seorang pembalap kacangan sepertinya ngga bisa ditahan, akhirnya rombongan di belakang pun mengikuti aksi mematikan ini. Di tikungan depan, rombongan polisi berdiri rapih menghadang mobil saya di tengah-tengah jalan mirip pasukan yang mau melaksanakan upacara bendera.

Huh.. I’m doing that mistakes again..

Nego nego & nego..
Akhirnya mahar 20ribu jadi penyelamat rombongan kami untuk 3 mobil..
Beda sama di Jakarta kan..? (Tarifnya..)


Don’t judge me by what I’m doing, please…!!

Harga sebuah kesalahan

Beberapa hari yang lalu saya melakukan beberapa kesalahan berlalu lintas yang sangat-sangat fatal di jalanan ibukota ketika menuju daerah Cempaka Mas. Akibat kesalahan itu akhirnya seorang Polisi Patroli yang baik hati langsung menilang (bertransaksi) di TKP.

Jadi gini ceritanya:

Di sebuah hari senin, saya berangkat pagi sekitar jam 9an untuk meeting dengan seorang klien di daerah Cempaka Mas. Demi menyalurkan hobi lama, saya mengendarai scooter Vespa produksi tahun 1980 yang baru saja diambil dari bengkel setelah selesai direparasi & turun mesin.

Ketika perjalanan baru mencapai daerah Cawang, tiba-tiba saya disalip sebuah motor patroli BM dan diberhentikan dengan lambaian tangan mesra khas seorang perwira.

Pikiran saya langsung melayang tinggi ke angkasa dan hampir menyentuh langit ketujuh.. Gubrakk..

What’s wrong with me Sir..??

Akhirnya saya mengalah dan menepikan my yellow vespa.

Dengan santai dan santun, Pak Polisi tersebut langsung bertanya tanpa basa-basi:
“SIM & STNK mana..?”

Keringat dingin mulai deras berjatuhan karena langsung teringat dosa-dosa Vespa yang sedang saya kendarai ini. Saya baru ingat kalau plat nomor vespa yang sedang saya kendarai sudah expired masa berlakunya. Saya pun langsung menyerahkan selembar STNK lusuh dari dalam sebuah dompet mewah.

“Kamu tau salah kamu apa..?” kata Pak Polisi yang nampaknya senang mendapatkan barang bukti berharga senilai milyaran rupiah.

“Iya Pak.. STNK saya mati & ngga punya SIM”

“Ngga cuma itu..!!” dengan nada meninggi Polisi ini mulai berani membentak.

Dengan senang hati dia membeberkan kesalahan saya satu persatu sambil membolak-balik STNK kadaluarsa itu.

“Saya kasih tau ya.. Kesalahan kamu itu ada 4 (empat):”

  1. Mengendarai motor tanpa SIM
  2. STNK mati
  3. Pajak motor 2 (dua) tahun belum dibayar
  4. Warna motor ngga sama dengan yang tertulis di STNK, warna Vespa kuning tapi yang tertulis di STNK warna biru.

“Wah.. Banyak juga yah kesalahannya..??” kata saya tertegun dalam hati.

“Ini motor saya bawa ke kantor aja ya..?” tanya Pak Polisi.

“Jangan donk Pak.. Ntar saya naek apaan..?” saya mulai menunjukkan wajah teraniaya layaknya seorang jagoan yang lagi dibantai penjahat kejam.

“Ya naek angkot aja..!!” sambil menunjuk angkot biru yang kebetulan lewat.

“Tolong dibantu aja deh Pak.. Saya lagi buru-buru nih.. Lagi di tunggu SBY..” ngomong saya mulai ngelantur biar bisa lolos jeratan hukum jalanan.

“Ya udah.. Serahin ke saya duit seratus ribu.. Nanti kamu langsung saya bebasin..”

“Yah.. Saya cuma bisa bayar 20rebu Pak.. Sisanya buat beli solar Vespa satu tengki..” jurus gombal gembel mulai saya keluarin.

“Kamu jangan boong yah..!!” Polisi itu membentak saya sambil mengambil kunci motor yang masih tergantung.

Akhirnya saya mulai menaikkan harga penawaran, karena saya takut kalau Vespa ini benar-benar akan dibawa & dijual polisi.
“50 rebu ya pak..?? Saya ngga punya duit cash lagi nih..”

“Ya udah.. Mana duitnya..?”

Setelah menyerahkan mahar sejumlah 50 (lima puluh) rebu rupiah, akhirnya saya bisa bebas dari jeratan hukum karena melanggar 4 (empat) pasal berlapis.

Klo dihitung-hitung, harga sebuah kesalahan yang saya lakukan nilainya berkisar antara 10.000 sampai 12.500 rupiah.

Hmmm… Cukup murah untuk sebuah transaksi kesalahan fatal di Kota yang serba mahal.

Cerita di atas bukan untuk ditiru yah.. apalagi dicobain..!!

“I’m still a bad guy in a bad world..

Dilema pilihan politik

Pada pemilu tahun ini, kakak sulung saya yang tinggal di Cirebon turut serta berpartisipasi menyemarakkan pesta demokrasi sebagai seorang caleg dari sebuah partai baru. Partai yang iklannya pasti tayang tiap jam & selalu mengganggu konsentrasi ibu-ibu yang lagi serius-seriusnya nonton sinetron atau infotainment.
Pasti anda sudah tau partai apakah itu..

Sejak awal pencalonan, memang saya kurang setuju mengenai pilihan kakak saya terhadap partai tersebut. Hal ini dikarenakan pandangan politik saya yang sedikit berbeda dengan beliau. Memang ini sebuah dilema, di satu sisi saya mendukung penuh pencalonannya sebagai seorang caleg, di sisi lain saya sudah memiliki pilihan terhadap partai politik yang lain.

Dari hasil survey & analisa sementara perolehan suara hingga saat ini, peluang pencalonan beliau sudah mencapai 80% kepastian lolos sebagai anggota legislatif Kabupaten Cirebon. Hal ini dikarenakan berbagai faktor eksternal dan internal yang sangat menguntungkan posisinya sebagai seorang caleg.

I just wanna say: I’ll support you, not your party..
How it can be..? It’s a dilemma..

Update ubuntu bikin berantakan

Tadi siang pada saya akan melakukan presentasi aplikasi dihadapan klien, tiba-tiba apache dan mysql yang sebelumnya sudah saya install tidak dapat berjalan.
What’s wrong with my Ubuntu..??
Muncul salah satu error log seperti ini pada file mysql.err : Can’t open the mysql.plugin table. Please run mysql_upgrade to create it.
Ternyata paginya pada saat saya melakukan update beberapa aplikasi menggunakan apt-get, zlib dan ncurses tertimpa dengan versi baru yang belum saya sesuaikan dengan konfigurasi mysql dan apache.
Untungnya saya masih punya backup aplikasi yang bisa dipresentasikan secara online. Ternyata kita harus punya catatan khusus mengenai version update library yang digunakan.

Ketika warna tak mampu berbicara

Tadi siang saya kembali mengalami kejadian memalukan yang sebelumnya memang sering terjadi. Tapi hal ini terjadi ditengah-tengah meeting dengan beberapa dewan direksi sebuah perusahaan otomotif terbesar di Indonesia.


Apa sih kejadianya..?

Waktu saya melakukan presentasi menggunakan powerpoint yang dibuat oleh seorang kawan, ada beberapa slide yang menggunakan warna merah, coklat dan hijau yang diartikan sebagai keterangan status project yang sedang berlangsung..


Tiba-tiba saja keringat dingin langsung bercucuran karena saya susah sekali mencerna berbagai macam warna yang tampil dilayar proyektor.. Mana merah mana coklat mana hijau sama sekali ngga bisa saya bedakan..

Huh.. Semua tampak absurd.. Ah sudahlah.. Saya tetap PeDe melakukan presentasi.. (mudah-mudahan apa yang saya jelaskan tidak mengakibatkan salah pemahaman)

Sekilas saya perhatikan selama meeting berlangsung, semua yang hadir menampakkan raut wajah yang agak aneh ketika saya menjelaskan materi yang berkaitan dengan warna status tadi..

Setelah meeting selesai akhirnya saya menyela percakapan sebentar untuk sekedar menanyakan apakah ada kesalahan penjelasan yang tadi saya sampaikan..
Ternyata jawabannya iya.. Ada beberapa penjelasan warna status project yang bikin mereka bingung..!!

Akhirnya dengan polos dan lugu saya mengatakan kepada bahwa saya seorang buta warna..
Sontak semua yang hadir jadi tambah bingung..
Ada yang tertawa ngga percaya, ada yang garuk-garuk kepala, ada yang kayanya mikir-mikir ngga karuan..

Saya sering kali mengalami kejadian konyol dan memalukan yang berhubungan dengan keunikan mata saya yang ngga bisa membedakan warna secara nyata..

Ini kejadian-kejadian konyol yang sering saya alami karena ngga bisa bedain warna :

  • Kalo beli baju pilihan warnanya sering norak, terlalu genjreng katanya.. Karena saya ngga bisa bedain warna-warna kalem..
  • Kalo pake baju & celana warnanya sering ngga nyambung atau ngga matching.. Kaya pake baju warna ijo celananya warna biru.. Akhirnya hampir setiap hari saya pakai celana jeans & kemeja biar ngga pusing mikirin cocok apa engga warnanya..
  • Sering banget ketuker sendal jepit klo pas sholat jumat di masjid.. Berangkat bawa sendal jepit warna merah, eh pulangnya bisa bawa warna coklat atau biru.. Terasanya klo udah dipake, kok beda rasa jepitannya..
  • Susahnya janjian ketemuan sama orang yang selalu bilang: gue pake baju warna merah ya.. Sampe lebaran taun depan juga saya ngga bakalan nemuin tuh orang.. Kecuali di bajunya ada tulisan: warna merah..
  • Sering bablas lampu merah..!! Nah ini paling parah.. Ngga bisa bedain warna merah kuning ijo.. Harusnya lampu merah itu pake tulisan donk.. STOP, ATI-ATI & JALAN TERUSS



I really enjoy what I Feel..
It’s make My world so colourfull..

Profil Social Technographics

Ada 6 segmentasi profil social technographics yang saya kutip dari buku Groundswell yang ditulis oleh Charlene Li dan Josh Bernoff :

  1. Creators : orang-orang yang paling tidak sebulan sekali menulis blognya atau meng-upload video di youtube.
  2. Critics : orang-orang yang biasa memberikan komentar pada blog atau memberikan penilaian secara online terhadap suatu produk.
  3. Collectors : orang-orang yang menyimpan berbagai informasi online pada suatu situs, misalnya menyimpan alamat situs-situs favorit di situs delicious.
  4. Joiners : orang-orang yang punya profil di situs social networking seperti Facebook untuk sekedar menjalin relasi
  5. Spectators : orang-orang yang sekedar membaca blog atau menonton video orang lain.
  6. Inactives : orang-orang yang tidak melakukan aktifitas apapun meskipun sedang online.

Karena saya suka menulis blog, memberi komentar pada blog teman-teman, dan memiliki profil di beberapa situs social networking, maka saya termasuk dalam kategori 1, 2 dan 4.
Terkadang masuk ke dalam Inactives category juga kalo lagi bengong bingung mau ngapain..

Anda termasuk dalam kategori yang mana..?

Music Vs Personality

Selera jenis musik yang disukai oleh masing-masing orang ternyata memiliki keterkaitan dengan kepribadian orang tersebut.

Berikut hasil penelitian yang dilakukan oleh Profesor Adrian North dari Heriot Watt University:

  • Blues : percaya diri, kreatif, outgoing, ramah & tenang
  • Jazz : percaya diri, kreatif, outgoing, & tenang
  • Classic : percaya diri, kreatif, outgoing, tertutup & tenang
  • Rapp : percaya diri & outgoing
  • Opera : percaya diri, kreatif & ramah
  • Country : pekerja keras & outgoing
  • Reggae : percaya diri, kreatif, bukan pekerja keras, outgoing, ramah & tenang
  • Dance : percaya diri, kreatif, outgoing & kurang ramah
  • Indie : kurang percaya diri, kreatif, bukan pekerja keras & kurang ramah
  • Bollywood : kreatif & outgoing
  • Rock/Metal : kurang percaya diri, kreatif, bukan pekerja keras, tidak outgoing, ramah & tenang
  • Pop : percaya diri, tidak kreatif, pekerja keras, outgoing, ramah & tidak tenang
  • Soul : percaya diri, kreatif, outgoing, ramah & tenang
  • Dangdut..???? yang pasti kalo suka musik dangdut suka joged..

Sebuah Dokumen Sebuah Masa Depan

Entah mengapa malam ini tiba-tiba saja saya membuka membuka kembali sebuah dokumen usang..
Dokumen yang terakhir kali saya baca dan edit tiga tahun yang lalu ini nampak sudah ketinggalan jaman dan memerlukan banyak sekali perubahan..

Dokumen yang akan merubah jalan hidup saya selamanya atau hanya sementara..
Semoga segala sesuatunya akan menjadi lebih baik setelah saya kembali menggunakan sebuah dokumen yang dulu pernah saya hapus dan caci maki..

I’m just goin’ where the wind blow..
Thinking about what’s in front of me and what I left behind..

Kembali Ke Jakarta


Ke Jakarta Aku Kan Kembali
Walaupun Apa Yang Kan Terjadi

Akhirnya semalam saya sampai juga di Jakarta setelah hampir 1 minggu melakukan ritual tahunan mudik pulang kampung ke Cirebon..

Dari tahun ke tahun, suasana lebaran yang saya alami terasa semakin sangat berarti.. Hal ini karena banyak perubahan yang terjadi pada orang-orang di sekeliling saya maupun apa yang terjadi pada diri saya sendiri..

Yang dulunya masih pada ingusan dan suka main petasan, eh sekarang pulang udah bawa anak & istri.. Pokoknya banyak banget saya menyaksikan proses tumbuh kembang dari keluarga, sahabat dan lingkungan di sekitar saya..

Ibu & Ayah yang dulu masih suka memasak ketupat sendiri menjelang lebaran, kini tidak lagi melakukan hal-hal seperti dulu karena usia yang semakin lanjut.. Nenek di kampung yang usianya tahun ini genap 85 tahun tetap bersemangat menyambut anak, cucu, cicit dan kerabat yang berbarengan mudik ke kampung halaman..

Libur panjang selama satu minggu terasa kurang kalau kita sudah berkumpul & bercengkrama dengan keluarga dan sahabat yang hanya bisa bertemu setahun sekali.. Tapi apa boleh buat, rutinitas pekerjaan & usaha di Jakarta telah menanti dan terus menanti..

Kemarin siang saya berangkat ke Jakarta dari Cirebon melalui Bandung.. Sengaja ingin agak sedikit santai & berwisata kuliner di jalur yang dilalui.. Sepanjang perjalanan alhamdulilah sama sekali ngga kena macet meskipun di TV saya menyaksikan jalan tol Cipularang macet 15KM..

Semoga kebahagiaan dan kehangatan suasana Idul Fitri tahun ini dapat saya rasakan kembali di tahun depan..

Jakarta.. I’m Back..!!

Kembali Ke Jakarta, By Koes Plus

di sana rumahku
dalam kabut biru
hatiku sedih
di hari minggu

di sana kasihku
berdiri menunggu
di batas waktu
yang telah tertentu

ke Jakarta aku kan kembali
walaupun apa yang kan terjadi

pernah kualami
hidupku sendiri
temanku pergi
dan menjauhi

lama kumenanti
ku harus mencari
atau ku tiada
dikenal lagi